Jan 15, 2016

Magisnya Azan

Apabila azan berkumandang, semua umat Islam tahu, itu tandanya telah masuk waktu solat. Dan jauh daripada itu, ramai sebenarnya yang tidak tahu azan mempunyai suatu hikmah yang tersendiri.

MAGISNYA+AZAN

Banyak peristiwa yang berlaku disekeliling kita memperlihatkan azan itu sangat ajaib. Antaranya, kisah seorang lelaki yang terselamat ketika berlaku tsunami pada tahun 2004 lalu.

Ketika kejadian, mangsa hanya sempat melihat ahli keluarganya nazak didepan mata tanpa dapat nernuat apa-apa.

Teringat pesanan arwah ibunya supaya melaungkan azan ketika ditimpa musibah, akhirnya lelaki itu dihanyutkan ke kawasan yang lebih selamat.

Pada tahun itu juga, Malaysia pernah dikejutkan dengan kehilangan sebuah helikopter di Bario, Sarawak. Pelbagai usaha menjejak sudah dilakukan, namun tidak ditemui juga.

Beberapa negara luar juga turut membantu namun tiada sebarang petunjuk.

Akhirnya, seseorang tampil membantu dengan melaungkan azan, pelik tapi benar, tidak lama kemudian, bangkai pesawat tiba-tiba kelihatan di lubuk hutan.

Bagi kes mangsa lemas pula, laungan azan adalah kaedah alternatif yang digunakan selepas misi pencarian tidak menemui sebarang petunjuk.

Biasanya, penyelamat menggunakan kaedah ini selepas menemui jalan buntu menjejak mangsa.

Lazimnya, orang tertentu akan diminta tampil ke sesuatu lokasi yang dipercayai, sambil melaungkan azan.

Walaupun perkara ini tidak masuk akal, tapi banyak kes mangsa lemas berjaya ditemui menggunakan kaedah ini.

Baru-baru ini, sebuah video telah menjadi viral di internet, berkaitan seorang kanak-kanak berusia tiga tahun yang hilang, tiba-tiba muncul semula selepas azan dilaungkan, kejadian dipercayai berlaku di Selatan Thailand.

Yang menghairankan, lokasi kanak-kanak itu ditemui adalah kawasan yang dilalui pasukan penyelamat beberapa kali.

Persoalannya, kenapa azan mampu membuatkan orang hilang berjaya ditemui semula?

Menurut pengasas Spiritual NLP Malaysia, Dr. Azhar Sarip, di dunia ini terdapat empat zon gelombang, Beta, Alpha, Theta dan Delta.

Semua gelombang ini mengandungi frekuensi tersendiri daripada gelombang negatif kepada gelombang positif.

Azan pula berada dalam zon gelombang Theta, iaitu gelombang rendah yang bersifat menenangkan dan positif.

Berbalik kepada persoalan, makhluk halus, jin dan syaitan semuanya memiliki gelombang Beta, iaitu gelombang paling negatif.

Secara saintifiknya, gelombang positif mampu menakluki gelombang negatif dan dalam perkara ini, gelombang Theta yang dilaungkan melalui azan akan memecahkan gelombang Beta menyebabkan mangsa boleh ditemui semula.

Oleh sebab itu, azan menjadi pilihan untuk mencari individu yang hilang.

Begitu juga azan digunakan ketika berlaku bencana. Asalnya bumi kita bersifat Theta kerana banyak pokok, gunung-ganang dan haiwan yang menenangkan bumi.

Walau bagaimanapun, hari demi hari ia mula menghala ke Beta kerana sering berlaku pembunuhan, penebangan dan kemusnahan. Hasilnya banyak masalah, peperangan dan bencana terjadi.

Oleh itu, hanya dengan laungan azan musibah dapat ditenangkan dan sebab itulah azan bersahut-sahutan di seluruh dunia.

BACA INI JUGA: Benarkah Islam Disebarkan Melalui Pedang (Kekerasan)?

-SENTIASAPANAS.COM

Blogger biasa yang menulis untuk berkongsi berita dan infomasi untuk memberi manfaat dan ilmu pengetahuan.

13 comments

RAHASIA BESAR DI BALIK TSUNAMI ACEH 2004
Salam sejahtera dalam kasih yesus
Rahasia Besar di Balik Tsunami Aceh 2004
Bencana Raya Tsunami Aceh 2004 sudah lama berlalu, tapi tak seorangpun yang akan pernah melupakannya. Prahara itu setara dasyatnya dengan Bom Hiroshima dalam catatan sejarah bumi ini.
Sampai kapanpun orang tidak akan pernah lupa pada Tsunami Aceh, dan seluruh umat manusia, keturunan demi keturunan, akan terus mengenangnya.
Orang akan tetap mengingatnya sebagai bencana alam terbesar sepanjang zaman modern.
Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain.
Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan.
Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dasyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di jaman itu.
Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu.
“Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru-Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah disini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya disini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu.
Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas.
Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang kristen itu untuk tidak merayakan Natal.
Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata: “Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami.
Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”
Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata: “Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?”
Tetapi orang-orang kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota.
Kalau kalian merayakannya disini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”
Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatal disana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua.
Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan.
Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar.
Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal. Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali.
Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya.
Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu. Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur.

Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu Yesus datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata: “Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala.
Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal disana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”
Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”.
Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu.
Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatal ke hutan.
Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.Begitulah intisari cerita tante saya itu. Saya termangu-mangu, teringat pada peristiwa kebinasaan kota Sodom dan Gomora dimana Tuhan juga menyuruh semua orang percaya (keluarga Lot) keluar dari kota itu sebelum bencana itu terjadi.
Lalu saya tanya beliau dari mana tahu cerita itu. Tante saya mengatakan bahwa pendeta gereja yang selamat itu telah pergi kemana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.

*Saya pun pernah mendengar kesaksian ini suatu ketika dahulu.

Kesian kan. Banyak peristiwa malang berlaku ketika sambutan hari natal :(

Ye lah,sangat kesian melihat mayat bergelimpangan apabila Tuhan yang benar telah murka dengan perbuatan mereka yang sesat.Lihat bberapa bencana di mekkah tahun ni..ehe

Tapi belum setanding puluhan ribu yang meninggal pada masa-masa krismas sejak beberapa tahun yang lalu kan..:(

Benar,tapi yang peliknya kemurkaan Tuhan telah mengorbankan bnyak non kristian terutama Islam???..

"....Aceh dianggap sebagai tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia dan memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara....sehingga dijuluki dengan gelar serambi mekkah....Statistik yang beragama Islam 98% dari lebih 4 juta penduduknya dan hanya lebih kurang 1% yang beragama Kristian...."-SUMBER WIKIPEDIA-

*Tapi belum setanding puluhan ribu yang meninggal pada masa-masa krismas sejak beberapa tahun yang lalu kan..:(

#LUCU

Benar, kerana mereka lupa kepada ajaran agama yang melarang berperang sesama sendiri. Tidakkah itu merupakan mukjizat yang telah diterangkan dalam Al-Qur'an? :)

Hehe..mayat bergelimpangan yang dikatakan mukjizat..Aneh,mukjizat yang ditunjukkan awloh kpda org muslim ialah mayat yang bergelimpangan.Mujur aku mengenal Allah yang menunjukkan kuasaNya dengan penyembuhan,kesejahteraan,kasih sayang,menemani,penyelamat dan pendengar doa.

Jadi, lebih 100 juta orang terbunuh ketika Perang dunia 1 & 2 angkara kekejaman umat kristian adalah kasih sayang yesus? #LUCU

Aikk,sejak bila pula sejarah perang dunia 1 dan 2 kerana agama Kristian?..ehe..Bagaimana pula sejarah 80 juta mangsa kerakusan iblis islam terhadap india?..

Negara apa yang menyebabkan Perang 1&2? Islam ke? Kristian kan.

Tiada dalam catatan sejarah Islam membunuh 80 juta orang India. #LUCU

#janganlupabaca
(http://www.sentiasapanas.com/2015/11/jika-agama-adalah-keganasan-agama-mana.html) :)

Malah, Islam memerintah selama seribu tahun di India dan tiada seorang pun dipaksa memeluk agama Islam.

Buktinya? Hindu adalah agama majoriti di India sehingga sekarang. #LUCU

Negara apa yang menyebabkan Perang 1&2? Islam ke? Kristian kan.
-Hehehe..Kalau nak membabitkan Agama kristian pun agak2 lah..tak tahu pula aku yang Jesus mengajarkan peperangan??..

Layak ke seorang yang berperang bergelar Kristian?
ATAU,
layak ke seorang pondan bergelar wanita?
Namun,
betapa taat/salehnya seorang ustaz yang membunuh kafir yang menolak dakyahnya menurut Muhammad/Awloh!?

(http://www.sentiasapanas.com/2015/11/jika-agama-adalah-keganasan-agama-mana.html) :)
-Nampaknya saudara yang terlupa untuk membaca sejarah agama saudara!


Buktinya? Hindu adalah agama majoriti di India sehingga sekarang. #LUCU
-Nampak sepertinya saudara buta sejarah.

http://www.historyofjihad.org/india.html

#LUCU???

TERIMA KASIH KERANA SUDI MEMBERIKAN KOMEN. INSYAA ALLAH SAYA AKAN KOMEN DI BLOG ANDA JUGA.
EmoticonEmoticon