Ahad, Jun 03, 2018

8 Tanda Malam Lailatul Qadar


Lailatur Qadar atau biasa disebut sebagai “malam seribu bulan” adalah satu malam yang sangat istimewa di bulan Ramadhan dan mereka yang berpuasa di bulan ini sangat mendambakannya, sebab malam Lailatur Qadar memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan.

8 Tanda Malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar atau Lailat Al-Qadar adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadhan, yang dalam Al Qur’an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Qur’an.

Deskripsi tentang keistimewaan malam ini dapat dijumpai pada Surah Al-Qadar, surat ke-97 dalam Al Qur’an.

Terdapat pendapat yang mengatakan bahawa terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, hal ini berdasarkan hadits dari Aisyah yang mengatakan, ”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan dia bersabda, yang ertinya, “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169).

Sudah menjadi pengetahuan umum bahawa Lailatul Qadar kemungkinan akan “diwujudkan” oleh Allah pada malam ganjil, tetapi mengingat umat islam memulai awal puasa pada hari atau tanggal yang berbeza, maka umat islam yang menghendaki untuk mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar dapat “mencarinya” setiap malam.

Agar kita yang menghendaki “mendapatkan” Lailatul Qadar, maka berbuka puasalah “sekadarnya” saja agar badan tidak “menjadi berat” dan malas serta menjadi sebab ngantuk dan mudah tertidur, sehingga yang kita inginkan untuk mendapatkan Lailatul Qadar tidak membuahkan hasil.

Penetapan dan pengaturan sehingga Lailat Al-Qadar difahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia.

Penggunaan Qadar sebagai ketetapan dapat ditemui pada surah Ad-Dukhan ayat 3-5:

"Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada suatu malam, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan.

"Pada malam itu dijelaskan semua urusan yang penuh hikmah, iaitu urusan yang besar di sisi Kami Kemuliaan.

"Malam tersebut adalah malam mulia tiada bandingnya. Ia mulia kerana terpilih sebagai malam turunnya Al-Quran."

Penggunaan Qadar yang merujuk pada kemuliaan dapat ditemui pada surat Al-An’am (6): 91 yang berbicara tentang kaum musyrik: "Mereka itu tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahawa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada masyarakat."

Apakah kamu termasuk yang ingin mendapat malam Lailatur Qadar?

Kalau begitu, mari semak 8 tanda-tanda malam Lailatul Qadar yang menakjubkan berikut ini.

1. Suasana Sejuk di Malam Lailatul Qadar

Saat malam Lailatul Qadar, udara terasa sejuk. Tidak panas dan tidak dingin. Suasananya sangat nyaman. Di malam itu tidak ada hawa yang panas mahupun dingin.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Jaami’ul Ahadits 18/361, shahih).

Suasana memang sangat sejuk sekali, sehingga terasa nikmat bagi mereka yang beritikaf lalu menemui satu malam ini.

Syaikh Khalid Al-Mushlih hafizhahullah menyatakan bahawa tidak ada tanda khusus jika seseorang telah mendapatkan Lailatul Qadar.

Terang beliau, kalau kita memperbanyak beribadah terus menerus di sepuluh hari terakhir Ramadhan, tentu akan mendapatkan malam penuh kemuliaan tersebut.

Yang patut pula difahami bahawa cara menghidupkan malam tersebut boleh dengan mengerjakan shalat Isya, shalat tarawih (shalat malam) dan shalat shubuh.

Mengerjakan ketiga shalat ini dapat dicatat telah mengerjakan shalat semalam suntuk.

Malam Lailatul Qodar yang ada di dalam Al-Qur’an dijelaskan dengan malam penuh berkah dan ketenangan.

Semua malam akan berbeza saat telah memasuki malam Lailatul Qodar ini.

Sebab saat malam penuh berkah ini membuat suasana menjadi tenang, udara akan terasa sangat sejuk, tak terasa panas, tidak terasa dingin, tidak hujan dan tidak terjadi pelemparan bintang (meteor).

Apalagi suasana di dalam sebuah keluarga akan terasa nyaman sekali, dimana tidak memiliki kesamaan dengan malam-malam sebelumnya dalam bulan Ramadhan.

2. Suasana Malam yang Tenang

Saat tiba malam lailatul Qadar, suasana terasa sangat tenang. Tidak ada kebisingan. Semuanya terasa amat tenteram.

Inilah malam yang terasa sangat khidmat untuk beribadah kepada Allah SWT.

Dalam surat Al Qadar ayat 4 dijelaskan, “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril”.

Banyak malaikat yang akan turun pada malam Lailatul Qodar, kerana banyaknya keberkahan di malam Lailatul Qodar tersebut.

Turunnya malaikat ke dunia untuk menandakan turunnya berkah dan rahmat.

Seperti halnya ketika malaikat turun saat ada yang membaca Alqur’an, sebagaimana mereka akan mengelilingi orang-orang yang berbeza dalam sebuah majlis zikir.

Seperti juga malaikat akan meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu, kerana malaikat sangat mengagungkan mereka.

Suasana pada malam itu memang sangat tenang sekali, tak ada suara kicau burung atau binatang lain pada malam itu.

Jika kita boleh melihat pun, semua tumbuhan di dunia ini bersujud kepada Allah SWT pada malam itu.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa melaksanakan solat pada malam lailatul qodar kerana iman dan mengharapkan redha dari Allah SWT, maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)

3. Suasana Malam Cerah

Malam saat Lailatul Qadar langit tampak cerah. Langit tampak terang dan terlihat indah.

Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Malam itu adalah malam yang cerah iaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyorot.” (HR. Muslim no. 762)

Dalam hadist lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Sabda Rasulullah Saw, "Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qodr lalu aku dilupakan, ia ada di sepuluh malam terakhir.

"Malam itu cerah, tidak panas dan tidak dingin bagaikan bulan menyingkap bintang-bintang.

"Tidaklah keluar syaitannya hingga terbit fajar.” (HR. Ibnu Hibban).

Kamu boleh cuba perhatikan ini di 10 malam terakhir Ramadhan.

Saat langit malam tampak cerah, boleh jadi itu adalah saat malam Lailatul Qadar tiba.

Ibnu Katsir menjelaskan dalam kitab tafsirnya, bahawa pencatatan takdir di lauhul mahfudh dalam setahun akan dirinci pada malam lailatul qodar, juga akan dicatat ketentuan ajal dan rezeki.

Perlu diingat juga, keterangan dari Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim bahwa catatan takdir tahunan tersebut tentu saja didahului oleh ilmu dan penulisan Allah SWT.

Takdir ini nantinya akan diperlihatkan pada malaikat dan ia akan mengetahui apa yang akan terjadi, kemudian ia akan melakukan tugas sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah SWT kepadanya.

4. Matahari Bersinar Lembut

Di pagi hari setelah malam Lailatul Qadar, sinar matahari bersinar dengan lembut dan suasana hari itu pun terlihat cerah.

Hal ini seperti diterangkan dalam sebuah hadits, ”Lailatul qodr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari pada hari itu bersinar kemerahan lemah.”

Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang dishahihkan oleh Al Bani.

5. Angin Berhembus Sepoi-sepoi

Pada malam Lailatul Qadar, angin pun berhembus lembut. Ini membuatkan suasana terasa sangat nyaman. Tidak panas dan juga tidak dingin.

6. Tidak Hujan

Pada malam Lailatul Qadar, tidak terjadi hujan. Saat itu malam terasa begitu syahdu dengan suasana langit yang cerah.

7. Terjadi di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Malam Lailatul Qadar terjadi di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Hal ini seperti sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169)

8. Tiba di Malam Ganjil

Kedatangan malam Lailatul Qadar lebih mungkin terjadi di malam-malam ganjil bulan Ramadhan.

Hal ini seperti sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2017)

Tanda-tanda malam Lailatul Qadar ini bukan kemudian justeru menyibukkan kita untuk melihat dan mengamati apakah suatu malam itu adalah malam Lailatul Qadar atau bukan.

Namun sebaliknya, tiap hari, sejak awal hingga akhir Ramadhan, kita terus memperbanyak ibadah pada Allah, dengan melaksanakan shalat, berdzikir dan bertilawah.

Terutama di sepuluh hari terakhir Ramadhan itu, kita perlu kian giat beribadah pada Allah SWT.

Dengan demikian, pastilah malam penuh berkah itu tak akan luput kita peroleh. Tak ada seorang pun yang tahu bila tamu agung itu akan datang.

Hanya Allah SWT yang mengetahui bila malam yang lebih baik dari 1.000 bulan itu akan menghampiri hambanya.

Terlebih, sebagai tamu agung, Lailatul Qadar hanya dianugerahkan kepada orang-orang yang mendapat taufik dan beramal saleh pada malam itu.

Mengapa begitu? Supaya kita semakin giat mencarinya sepanjang hari, khususnya pada malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan.

Cara Mengetahui Malam Lailatul Qadar dari Pengalaman para Ulama

Selain 8 tanda-tanda diatas, ada beberapa cara untuk kita mengetahui dan mendapatkan malam Lailatul Qadar.

Cara ini berdasarkan kebiasaan mereka dalam memahami dan mencintai agama Allah salah satunya untuk mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar yang disusun di beberapa kitab terjemahan mereka.

Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

Pertama, iaitu di ambil dari kitab I’anatuththaalibiin juz II halaman 257, cetakan al ‘Alawiyyah Semarang:
  • Jika awal Ramadhan hari Ahad atau Rabu maka lailatul qodar malam 29
  • Jika awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qodar malam 21
  • Jika awal Ramadhan hari Selasa atau Jumat maka lailatul qodar malam 27
  • Jika awal Ramadhan hari Kamis maka lailatul qodar malam 25
  • Jika awal Ramadhan hari Sabtu maka lailatul qodar malam 23

Kedua, adalah sumber yang diambil dari kitab Hasyiyah ash Shaawi ‘alal Jalaalain juz IV halaman 337, cetakan Daar Ihya al Kutub a ‘Arabiyyah:
  • Kalau awal Ramadhan hari Ahad maka lailatul qodar malam 29
  • Kalau awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qodar malam 21
  • Kalau awal Ramadhan hari Selasa maka lailatul qodar malam 27
  • Kalau awal Ramadhan hari Rabu maka lailatul qodar malam 19
  • Kalau awal Ramadhan hari Kamis maka lailatul qodar malam 25
  • Kalau awal Raamadhan hari Jumat maka lailatul qadar malam 17
  • Kalau awal Raamadhan hari Sabtu maka lailatul qadar malam 23

Cara yang ketiga yang diambil dari kitab Hasyiyah al Bajuri ‘ala Ibni Qaasim al Ghaazi juz I halaman 304, cetakan Syirkah al Ma’arif Bandung:
  • Kalau awal Ramadhan hari Jumat maka lailatul qodar malam 29
  • Kalau awal Ramadhan hari Sabtu maka lailatul qodar malam 21
  • Kalau awal Ramadhan hari Ahad maka lailatul qodar malam 27
  • Kalau awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qodar malam 29
  • Kalau awal Ramadhan hari Selasa maka lailatul qodar malam 25
  • Kalau awal Raamadhan hari Rabu maka lailatul qadar malam 27
  • Kalau awal Raamadhan hari Kamis maka malam ganjil setelah malam 20

Wallaahu A’lamu Bishshawaab

Semoga memberi manfaat.

BACA INI JUGA:

sumber: ezdiet

Seorang blogger yang suka berkongsi ilmu untuk individu yang suka membaca.

TERIMA KASIH KERANA SUDI MEMBERIKAN KOMEN. INSYAA ALLAH SAYA AKAN KOMEN DI BLOG ANDA JUGA.
EmoticonEmoticon